MEDAN, sumutbrantas.id ‘ Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Ramadhan 1447 H digelar di Aula MDTA Daurun Nur, Jalan Suka Eka, Kelurahan Suka Maju, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan umat Islam dalam pelaksanaan fardhu kifayah, khususnya pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dibuka dengan Tilawah dan Lagu Kebangsaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin Ustadz Said Akbar. Suasana khidmat menyelimuti aula saat seluruh peserta melanjutkan acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bilal Mayyit Indonesia, sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan organisasi.
Peserta Antusias Ikuti Materi Teori dan Praktik
Pelatihan diikuti oleh peserta dari berbagai lapisan masyarakat yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Roadshow ini dirancang untuk mencetak bilal mayyit yang kompeten, amanah, dan siap terjun langsung melayani masyarakat, khususnya saat keluarga berada dalam kondisi duka.

Praktisi Berpengalaman Jadi Narasumber.
Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit Indonesia menghadirkan praktisi berpengalaman, di antaranya Gusneti, S.Pd.I. dan Amir Husin. Materi disampaikan secara komprehensif, baik teori maupun praktik, mulai dari adab, tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam.
Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Unsur Pemerintahan.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan, di antaranya Ketua Umum PP BMI Mahyu Daniel Tanjung, perwakilan Wali Kota Medan Agus Mariono, Ketua BKM Daurun Nur Pangihutan Siregar, perwakilan Kelurahan Suka Maju Yunan, serta tokoh masyarakat Prof. Rida Darmajaya.

BMI Tegaskan Komitmen Tingkatkan SDM Pelayanan Keumatan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP BMI menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pelayanan keumatan.
“Pelaksanaan fardhu kifayah adalah tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan berjenjang seperti ini, kami berharap lahir bilal mayyit yang profesional, berakhlak, dan sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.
Pemko Medan Dorong Penguatan Jejaring Sosial Keagamaan.
Sementara itu, perwakilan Wali Kota Medan menyampaikan bahwa pengurusan jenazah bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga pelayanan kemanusiaan yang paling mendasar. Pendidikan dan pelatihan bilal mayyit dinilai strategis karena membentuk keterampilan, etika pelayanan, empati, dan ketelitian.
Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, membuka ruang sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan guna memperkuat jejaring pelayanan sosial berbasis komunitas, sebagaimana pesan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Diharapkan Beri Manfaat Luas bagi Masyarakat.
Sebagai penutup, disampaikan pantun yang menggambarkan ketenangan, keterampilan, dan amanah bilal mayyit dalam melayani keluarga duka. Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit Indonesia ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai keislaman dan kepedulian sosial di Kota Medan
(Afnil Tanjung)







