MMANDAILING NATAL, sumutbrantas.id – Sabtu,4 Juli 2026.
Jembatan di samping SMA Negeri 1 Batahan, Pasar Baru Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, kembali menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan yang diduga terjadi usai dilintasi mobil pengangkut material pembangunan Jembatan Aek Batahan milik pelaksana proyek PT Bahana Krida Nusantara. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026).

Kerusakan jembatan ini menambah perhatian masyarakat karena sebelumnya kendaraan proyek yang sama juga dikaitkan dengan ambruknya Jembatan Language, yang merupakan jembatan jalan provinsi penghubung Kecamatan Natal dan Kecamatan Batahan.
Kejadian serupa yang kembali terjadi memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan terhadap mobilisasi kendaraan pengangkut material proyek. Warga mempertanyakan peran konsultan pengawas PT Gita Cipta Siagayasa serta instansi terkait dari PUPR Provinsi maupun Kabupaten dalam memastikan kendaraan proyek mematuhi batas tonase sesuai kemampuan jalan dan jembatan yang dilalui.

“Ini sudah jembatan kedua yang roboh. Seharusnya konsultan mengetahui batas tonase kendaraan yang diizinkan melintas. Kualitas jalan dan jembatan tentu sudah diperhitungkan, mengapa kendaraan dengan muatan seperti itu tetap dipaksakan melintas?” ungkap salah seorang warga yang ditemui awak media.
Dalam pantauan awak media di lapangan, aktivitas kendaraan proyek PT Bahana Krida Nusantara menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, muncul pula dugaan adanya penggunaan tanah timbun yang belum memiliki perizinan. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Mendapatkan informasi mengenai kerusakan jembatan tersebut, Camat Batahan, H. Zulkipli ZD., langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan. Ia meminta pihak perusahaan segera bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi serta mengambil langkah cepat agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman.
Sementara itu, Humas PT Bahana Krida Nusantara, Irfansyah, saat dikonfirmasi awak media mengenai tindak lanjut atas kejadian tersebut, menyampaikan bahwa perusahaan akan segera melakukan perbaikan.
“Siap om… segera diperbaiki om,” ujar Irfansyah melalui sambungan komunikasi kepada awak media.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Aek Batahan. Selain mengejar percepatan pembangunan, aspek keselamatan, kepatuhan terhadap batas tonase kendaraan, serta pengawasan teknis terhadap mobilisasi material proyek juga perlu menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak merugikan masyarakat.
(MO)