Sumut brantas.id,Deli Tua.Keluarga besar sanggar Satrio Singo Lodayah melaksanakan kunjungan edukasi ke cagar budaya situs Putri Hijau yang sering di sebut juga benteng Putri Hijau,di desa Deli Tua,
Kecamatan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.pada hari Jum’at,16/01/2026.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sanggar dalam menanamkan pemahaman sejarah serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

Lokasi situs Putri Hijau ini telah di tetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan Aru yang berkembang di wilayah itu pada masa lampau.
Kunjungan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus,pelatih serta seluruh anggota Ssnggar Satrio Singo Lodayah.Selama kegiatan berlangsung rombongan memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya situs Putri Hijau yang di kenal sebagai salah satu peninggalan bersejarah masyarakat Karo dengan nilai historis dan kearifan lokal yang tinggi.

Ketua sanggar Satrio Singo Lodayah: Muhklis menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anggota sanggar agar dapat memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya.
Pelestarian budaya tidak hanya di lakukan melalui seni pertunjukan, tetapi juga melalui pengenalan dan penghormatan terhadap situs bersejarah, Kegiatan ini di harapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan sejarah daerah,sekaligus memperkuat komitmen Sanggar Satrio Singo Lodayah dalam melestarikan nilai-nilai budaya leluhur,”Sekar Arum.
Kegiatan kunjungan budaya tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta di akhiri dengan do’a bentuk penghormatan terhadap situs Putri Hijau.Sanggar Satrio Singo Lodayah berkomitmen untuk terus melaksanakan serupa sebagai dari kontribusi nyata dalam pelestarian budaya Nasional.
Musal Fiqri Tanjung









