Jakarta,sumutbrantas.id- Insiden dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2026) sekitar pukul 11.18 WIB
.Peristiwa ini melibatkan ratusan siswa dan tenaga pendidikan dari sejumlah sekolah dan langsung memicu respons cepat dari pihak pendidikan serta layanan kesehatan setempat.
Berdasarkan laporan sementara dari Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, jumlah korban terdampak mencapai 135 orang. Mereka terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang berasal dari empat sekolah.
Rinciannya, sebanyak 33 siswa dari SDN Pondok Kelapa 09, 37 siswa dari SDN Pondok Kelapa 01, serta 31 siswa dari SDN Pondok Kelapa 07. Selain itu, terdapat 34 orang dari SMAN 91 yang terdiri dari 28 siswa dan enam guru serta tenaga kependidikan.
Dari total korban, sebanyak 15 siswa saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Duren Sawit. Tujuh siswa berasal dari SDN Pondok Kelapa 09, sementara delapan lainnya dari SDN Pondok Kelapa 07. Adapun korban lainnya menjalani rawat jalan dan terus dipantau kondisinya oleh tenaga medis.
Pihak terkait menyatakan akan terus memperbarui data korban serta menjalin koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan. Otoritas berwenang diperkirakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk uji kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG, guna mengungkap sumber masalah serta mencegah kejadian serupa.
Kasus ini turut mendapat perhatian dari Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Ir. Agung Karang. Ia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang berulang terkait program makanan di sekolah.
“Saya sangat prihatin dengan seringnya terjadi keracunan makanan yang dibagikan kepada murid melalui program MBG. Sebaiknya sebelum didistribusikan, makanan tersebut diuji terlebih dahulu oleh lembaga ahli gizi atau BPOM,” ujarnya.
Masyarakat dan pihak sekolah berharap seluruh korban segera pulih dan proses penanganan berjalan lancar. Perkembangan kasus ini akan terus disampaikan seiring dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.(DT)











