TK Kuntum Melati Dusun Kamboja Lumpuh Total, dimana Peranan Pemda?

ACEH TAMIANG – Meski genangan air akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang perlahan menyurut, derita mendalam masih tertinggal di pelosok desa. Pemandangan paling memilukan terlihat di Dusun Kamboja, Desa Bukit Rata. Fasilitas pendidikan anak usia dini, TK Kuntum Melati, kini dalam kondisi lumpuh total dan tampak seperti saksi bisu terjangan bencana.

Foto yang berhasil diabadikan menunjukkan kondisi mengenaskan sarana pendidikan tersebut. Sisa-sisa lumpur tebal mengepung seluruh area sekolah. Seluruh perabotan kelas, seperti meja, kursi, hingga alat peraga edukatif, kini menggunung menjadi rongsokan tak berguna. Semuanya telah berubah menjadi sampah, tertutup kotoran dan endapan lumpur yang sulit dibersihkan secara swadaya.

“Kami benar-benar terpukul. Ini bukan sekadar pembersihan biasa. Keterbatasan alat dan tenaga membuat proses pemulihan berjalan sangat lambat. Masa depan pendidikan anak-anak kami di Dusun Kamboja kini di ujung tanduk,” keluh seorang warga setempat dengan nada putus asa.

Pendidikan Lumpuh, Lumpur Mengepung

TK Kuntum Melati adalah pusat keceriaan bagi anak-anak di Dusun Kamboja. Namun kini, yang tersisa hanyalah kepiluan. Proses belajar mengajar lumpuh total. Kerusakan sarana prasarana sangat serius dan membutuhkan rehabilitasi besar-besaran sebelum dapat digunakan kembali.

Warga, secara mandiri, telah berupaya melakukan pembersihan, tetapi keterbatasan sumber daya menghambat proses pemulihan. Bencana ini tidak hanya merusak fisik sekolah tetapi juga menghancurkan aset berharga pendidikan yang selama ini dirawat dengan susah payah oleh warga desa.

Tagih Perhatian Pemda Tamiang

Masyarakat Desa Bukit Rata kini menaruh harapan besar pada Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang dan instansi terkait. Mereka menilai penanganan pasca-bencana seharusnya tidak hanya fokus pada bantuan logistik makanan, tetapi juga pemulihan sarana publik kritis seperti sekolah. Pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan hak setiap anak.

Beberapa poin krusial yang diharapkan warga meliputi:

  • Intervensi Pembersihan Skala Besar: Pengerahan tenaga atau alat berat untuk membantu sterilisasi area sekolah dari sisa lumpur dan kotoran banjir.
  • Rehabilitasi Fasilitas: Penggantian alat peraga sekolah, buku, dan perabotan kelas yang rusak total agar anak-anak bisa segera belajar kembali.
  • Langkah Mitigasi Banjir: Pembangunan atau perbaikan drainase di sekitar Dusun Kamboja agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim penghujan tiba.

Desakan Untuk Dinas Pendidikan

Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang untuk segera turun ke lapangan guna mendata tingkat kerusakan di TK Kuntum Melati. Ketidakhadiran pemerintah dalam fase pemulihan ini dikhawatirkan akan memutus akses pendidikan bagi anak-anak usia dini di Desa Bukit Rata dalam waktu yang lama.

“Jangan sampai anak-anak kami trauma dan kehilangan hak belajarnya karena sekolah yang tak kunjung diperbaiki. Kami butuh kepastian, bukan sekadar kunjungan seremonial,” tegas perwakilan warga.

Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Kamboja masih terus berjuang membersihkan sisa-sisa bencana sambil menanti uluran tangan nyata dari Pemda Tamiang agar lonceng sekolah di TK Kuntum Melati kembali berbunyi.

Suara dari Desa: Pulihkan Sekolah Kami, Selamatkan Masa Depan Anak Kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *