SUMATERA UTARA – MANDAILING NATAL, sumutbrantas.id – Selasa,30 Juni 2026.
Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Panitia Kijang Putra Cup II Tahun 2026 menggelar Technical Meeting pada Minggu (29/6/2026) di Kantor Desa Suka Damai, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh manajer dari 32 tim peserta yang berasal dari wilayah Pantai Barat sebagai persiapan menjelang bergulirnya turnamen.

Ketua Panitia, H. Tatang S., menjelaskan bahwa kick-off Kijang Putra Cup II 2026 akan dilaksanakan pada 7 Juli 2026, sedangkan partai final dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026. Turnamen ini mengusung format Open Lokal/Semi Kompetisi dengan sistem gugur, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kompetitif dan menuntut kesiapan maksimal dari seluruh peserta.
Panitia Tegaskan Kepatuhan Terhadap Regulasi.
Dalam Technical Meeting, panitia menegaskan bahwa seluruh pertandingan akan menggunakan peraturan resmi PSSI dan FIFA. Seluruh tim diwajibkan memahami serta mematuhi setiap ketentuan yang telah disepakati bersama guna menjaga kelancaran dan sportivitas kompetisi.
Beberapa Poin Pentimg Yang Disampaikan Panitia Meliputi :
1,Seluruh pertandingan menggunakan peraturan sesuai ketentuan PSSI dan FIFA.
2,Apabila kedua tim menggunakan warna kostum yang sama, salah satu tim wajib mengenakan kostum cadangan yang disediakan panitia.
3,Arahan kepada pemain selama pertandingan hanya boleh diberikan oleh pelatih (coach), sedangkan ofisial tidak diperkenankan memberikan instruksi dari luar lapangan.
4,Setiap tim wajib melaporkan daftar pemain kepada panitia sebelum pertandingan dimulai.
5,Seluruh tim harus hadir dan melakukan registrasi di meja panitia paling lambat 30 menit sebelum jadwal pertandingan.
6,Panitia akan memberikan sanksi tegas kepada tim yang melakukan atau memicu provokasi hingga menimbulkan keributan maupun bentrokan, baik antar pemain, penonton, maupun suporter.
7,Setiap manajer tim wajib memberikan arahan kepada pemain agar tidak melakukan protes berlebihan kepada wasit, mengucapkan kata-kata kasar, meludah, ataupun melakukan tindakan kekerasan.
8,Setiap manajer tim maupun kepala desa diminta mengingatkan para suporternya agar menjaga ketertiban dan tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memancing keributan.
9,Keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Ajang Pembinaan dan Silaturrahmi.
H. Tatang S.
menambahkan, Kijang Putra Cup II 2026 diikuti oleh 32 tim lokal dari wilayah Pantai Barat. Selain menjadi ajang kompetisi sepak bola, turnamen ini juga diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet, mempererat tali silaturahmi antarpecinta sepak bola, serta melahirkan pemain-pemain potensial dari daerah.
Panitia berharap seluruh peserta, suporter, dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama turnamen berlangsung.
Melalui semangat kebersamaan, Kijang Putra Cup II 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kompetisi yang aman, tertib, dan sportif.
(MO)