Bertahun-Tahun Tak Tertangani, Warga Pantai Barat Madina Desak Pemprov Sumut Segera Perbaiki Ruas Jalan Pulo Padang–Sinunukan.

MANDAILING NATAL,sumutbrantas.id – Jum’at,10 Juli 2026.

Warga Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal kembali mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan provinsi yang menghubungkan Pulo Padang–Sinunukan. Desakan tersebut kembali menguat setelah kondisi jalan dipantau pada Kamis, 9 Juli 2026, dan terlihat mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.

Masyarakat menyebut aspirasi mengenai kondisi jalan tersebut telah berulang kali disampaikan, baik melalui pemberitaan di berbagai media maupun saat kegiatan reses anggota DPR, namun hingga kini belum ada penanganan permanen dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer itu kini dinilai sudah tidak layak dilalui. Selama bertahun-tahun, penanganan yang dilakukan hanya sebatas tambal sulam sehingga kerusakan terus berulang dan semakin parah, terutama saat musim penghujan.

Warga mengaku kecewa karena berbagai keluhan yang telah disampaikan selama ini seolah tidak mendapat perhatian. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah nyata berupa rehabilitasi maupun peningkatan jalan secara menyeluruh.

Ruas Jalan Pulo Padang–Sinunukan merupakan akses vital bagi masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal. Jalan tersebut menjadi jalur utama distribusi kebutuhan pokok, material bangunan, hasil perkebunan kelapa sawit milik masyarakat, hingga mobil tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Buruknya kondisi infrastruktur jalan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain meningkatkan biaya operasional kendaraan akibat sering mengalami kerusakan, kondisi jalan yang rusak juga memperlambat distribusi barang dan hasil perkebunan. Waktu tempuh menjadi lebih lama sehingga aktivitas perekonomian masyarakat ikut terganggu.

Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, kerusakan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Warga menyebut kecelakaan tunggal maupun tabrakan kerap terjadi akibat banyaknya lubang, badan jalan yang rusak, serta minimnya saluran drainase yang menyebabkan genangan air mempercepat kerusakan jalan.

Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi segera mengambil langkah konkret. Penanganan darurat seperti pengurukan, penambalan pada titik-titik kritis, serta pembangunan dan normalisasi drainase dinilai perlu segera dilakukan sambil menunggu perbaikan secara menyeluruh.

“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Pantai Barat. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen, bukan lagi sekadar tambal sulam,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan perbaikan ruas Jalan Pulo Padang–Sinunukan sebagai prioritas pembangunan infrastruktur. Apabila tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kekecewaan, termasuk rencana melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon di badan jalan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan pemerintah.

(MO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *