ASAHAN, SumutBrantas.id – 6 Agustus 2026 – Sekitar 60 warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sungai Asahan menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor PT Agro Serasi Lestari (ASL), Desa Rahuning II, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Kamis (6/8/2026). Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran masyarakat atas dugaan pencemaran Sungai Asahan yang disinyalir bersumber dari aktivitas operasional perusahaan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sembilan poin tuntutan utama kepada manajemen perusahaan. Tujuh orang perwakilan warga diterima secara langsung oleh pihak manajemen untuk berdialog dan menyerahkan dokumen tuntutan secara resmi.
Adapun sembilan tuntutan yang diajukan Aliansi Peduli Sungai Asahan meliputi:
Menghentikan pembuangan limbah ke Sungai Asahan.
Menutup saluran pembuangan limbah perusahaan.
Memeriksa kembali dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.
Menebar satu juta benih ikan di Sungai Asahan.
Mencabut izin operasional perusahaan hingga sistem pengolahan limbah diperbaiki.
Memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar sesuai ketentuan yang berlaku.
Menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara tepat sasaran kepada masyarakat Kecamatan Rahuning dan Kecamatan Pulau Rakyat.
Menyediakan keramba serta memberikan dukungan terhadap pelestarian Sungai Asahan secara berkelanjutan.
Dokumen tuntutan tersebut telah ditandatangani bersama oleh Ketua Aliansi Peduli Sungai Asahan, Parlindungan, dan perwakilan manajemen PT Agro Serasi Lestari, SH Manullang, sebagai bukti diterimanya aspirasi warga.
Tanggapan dan Dampak di Lapangan
Sebagai bentuk respons awal, pihak manajemen PT Agro Serasi Lestari langsung merealisasikan sebagian dari tuntutan warga dengan melakukan pelepasan benih ikan ke Sungai Asahan. Kendati demikian, perwakilan aliansi menyampaikan bahwa jumlah benih yang ditebar pada tahap awal ini masih belum memenuhi target satu juta benih ikan seperti yang diharapkan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat setempat yang menggantungkan mata pencaharian pada ekosistem Sungai Asahan mengaku merasakan dampak langsung terhadap hasil tangkapan mereka. Para nelayan tradisional melaporkan bahwa jaring penangkapan ikan kerap dipenuhi lendir sehingga menurunkan hasil tangkapan secara drastis. Keluhan serupa juga disampaikan oleh para pemancing dan pencari udang yang mendapati hasil tangkapan semakin berkurang. Warga turut mengkhawatirkan kelangsungan hidup sejumlah spesies ikan endemik Sungai Asahan yang kini semakin langka.
Komitmen Berkelanjutan
Aliansi Peduli Sungai Asahan mendesak agar seluruh poin tuntutan dapat ditindaklanjuti secara komprehensif oleh PT Agro Serasi Lestari demi memulihkan ekosistem sungai dan melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat. Koordinator aksi menegaskan, massa siap menggelar aksi lanjutan apabila seluruh tuntutan tidak direalisasikan secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Agro Serasi Lestari belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait substansi dugaan pencemaran lingkungan maupun langkah strategis penyelesaian seluruh tuntutan yang diajukan oleh masyarakat.






