MADINA, SINUNUKAN 12/08/2026
Sumutbrantas.id
Sebanyak 39 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Sinunukan terus menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang tinggal beberapa hari lagi.
Para anggota Paskibra diharapkan tetap menjaga kesehatan, stamina dan kondisi fisik selama masa latihan. Hal tersebut dinilai penting agar seluruh anggota dapat tampil maksimal saat menjalankan tugas pada upacara puncak nantinya.
Proses pembentukan Paskibra Kecamatan Sinunukan berlangsung hampir satu bulan. Dari sekitar 70 peserta yang mengikuti proses seleksi dan pelatihan, akhirnya ditetapkan 39 anggota yang dinyatakan siap menjadi pasukan Paskibra Kecamatan Sinunukan.
Ke-39 anggota tersebut berasal dari tiga sekolah tingkat menengah atas di Kecamatan Sinunukan, yakni SMA Negeri 1 Sinunukan, SMK Negeri 1 Sinunukan, dan SMA Muhammadiyah Sinunukan.
Selama menjalani pelatihan, para peserta tidak hanya diberikan materi baris-berbaris dan tata upacara, tetapi juga ditempa melalui latihan fisik serta mental. Pembinaan tersebut dilakukan oleh para pelatih dari Koramil 20 Batahan.
Adapun para pelatih yang bertanggung jawab dalam pembinaan Paskibra Kecamatan Sinunukan yakni Serka Muryasid, dan Sertu Mahmud Ritonga.
Latihan yang berlangsung secara disiplin tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para pelajar agar mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera dengan penuh tanggung jawab, kekompakan serta kedisiplinan.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, para pelatih juga diharapkan terus mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga pola istirahat, asupan makanan dan kondisi tubuh.
39 putra-putri terbaik Sinunukan kini bukan hanya membawa nama sekolah masing-masing, tetapi juga membawa nama Kecamatan Sinunukan. Mereka diharapkan mampu menunjukkan hasil latihan selama hampir satu bulan dengan penampilan terbaik pada hari bersejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semangat, disiplin dan kekompakan menjadi kunci utama. Sebab, ketika Sang Merah Putih dikibarkan di puncak upacara nanti, seluruh perhatian akan tertuju kepada pasukan yang telah mempersiapkan diri dengan penuh perjuangan tersebut (MO).









