Sinunulan – Mandailing Natanat,Sumatera Utara, Sabtu,22 Agustus 2026 – sunutbrantas.id
Rangkaian Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sinunukan III, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara,
Pada malam 21 adalah akhir mencapai puncaknya melalui Pentas Seni dan Budaya yang digelar di Alun-Alun Harjosari Sinunukan III.

Kegiatan tersebut menjadi penutup dari rangkaian perayaan HUT RI yang telah berlangsung sejak awal Agustus 2026. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan masyarakat, mulai dari gotong royong dan kebersihan desa, menghias lingkungan serta fasilitas umum, hingga berbagai perlombaan yang digelar di setiap dusun.
Setelah hampir sepanjang bulan Agustus masyarakat disibukkan dengan berbagai kegiatan kemerdekaan, Kepala Desa Sinunukan III, Imam Afkiri, menutup seluruh rangkaian tersebut dengan menghadirkan Pentas Seni dan Budaya sebagai ruang hiburan sekaligus pelestarian budaya bagi masyarakat.
Puncak acara semakin meriah dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang menghadirkan Dalang Ki Sukoco, dengan nama aslinya Iyusan Sukoco dengan akun medsosnya Sukoco Fadlam Minallah. Putra asli Sinunukan.
Lakon/Judul yang dibawakan adalah “Petruk Dadi Ratu”, sebuah lakon pewayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan moral tentang kekuasaan, kepemimpinan dan tanggung jawab.
Dalam kisah tersebut, Petruk yang dikenal sebagai salah satu Punakawan tiba-tiba menjadi seorang raja. Di balik kelucuan dan hiburan wayang, tersimpan pesan bahwa jabatan dan kekuasaan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan rakyat.
Pagelaran wayang kulit tersebut turut disaksikan Camat Sinunukan bersama masyarakat yang memadati lokasi pentas. Kehadiran pemerintah kecamatan dan masyarakat menunjukkan bahwa seni budaya masih memiliki tempat penting sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat desa.
Bagi masyarakat Sinunukan III, kehadiran Ki Sukoco sebagai dalang sekaligus putra daerah memberikan makna tersendiri. Seni pertunjukan bukan hanya menjadi hiburan dalam momentum HUT RI, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi putra daerah.
Kepala Desa Sinunukan III, Imam Afkiri, melalui kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak semata-mata diisi dengan perlombaan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk merawat kebersamaan, memperkuat gotong royong, serta melestarikan seni dan budaya lokal.
Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak awal Agustus tersebut akhirnya ditutup dengan suasana kebersamaan di Alun-Alun Sinunukan III Harjosari.
Dari kebersihan desa, menghias lingkungan, perlombaan di setiap dusun, hingga Pentas Seni dan Budaya—semangat HUT RI ke-81 di Sinunukan III menjadi gambaran bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan melalui gotong royong, kebudayaan dan kebersamaan masyarakat.
Dan melalui lakon “Petruk Dadi Ratu”, masyarakat tidak hanya diajak tertawa menikmati seni pewayangan, tetapi juga diingatkan bahwa setiap kekuasaan pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan rakyat.
(MO).
