​Curah Hujan Tinggi, Banjir Kembali Terjang Aceh Tamiang: Warga Mengungsi dan Trauma Bencana Susulan.

Sumutbrantas.id

banner 468x60

Aceh Tamiang, Senin,12 Oktober 2026 – sumutbrantas.id

​

banner 336x280

 

 

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa hari terakhir kembali memicu banjir luapan. Luapan air kini merendam pemukiman warga di hampir seluruh kecamatan, dengan kondisi cukup parah terlihat di Kecamatan Kejuruan Muda, Kecamatan Bandar Pusaka (Bandar Meriah), serta sejumlah wilayah kecamatan lainnya.

 

 

 

​Berdasarkan penelusuran tim di lapangan pada beberapa desa/kampung—seperti Desa Babo, Rongoh, Pulo Tiga, dan Rimba Sawang—puluhan hingga ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mulai mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi demi keselamatan jiwa.

 

 

​Ancaman banjir kali ini menimbulkan rasa trauma mendalam bagi warga lokal. Kejadian ini mengingatkan masyarakat pada bencana banjir bandang dahsyat yang terjadi pada 26 November 2025 lalu, di mana banyak rumah hanyut terseret arus deras dan harta benda tak terselamatkan.

 

 

​”Kami cukup trauma dengan kejadian yang belum genap satu tahun kami alami. Saat itu banjir bandang menghanyutkan banyak rumah dan harta benda kami. Kini air kembali naik dan belum ada tanda-tanda surut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Babo yang tidak ingin disebutkan namanya sembari menahan rasa haru.

​Hal senada disampaikan oleh tokoh pemuda di kawasan Desa Rimba Sawang dan Desa Rongoh. Mereka mengungkapkan keprihatinan karena sisa penanganan dan bantuan atas bencana tahun lalu masih dalam proses, namun kini bencana serupa kembali melanda.

 

 

 

​”Bantuan pascabencana tahun lalu dari pemerintah belum sepenuhnya tuntas, kini kami sudah dihantam musibah baru. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang maupun Pemerintah Pusat sudi memperhatikan nasib kami secara serius,” ungkap perwakilan pemuda setempat.

​Masyarakat dari berbagai desa, termasuk Pulo Tiga, berharap adanya penanganan darurat dan langkah cepat dari jajaran pemangku kebijakan, mulai dari Gubernur Aceh, Bupati Aceh Tamiang, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait.

​Warga sangat menantikan tanggap darurat berupa evakuasi, penyaluran logistik, serta pemenuhan janji bantuan bagi korban terdampak agar masyarakat tidak terus berlarut dalam duka dan kesusahan. Warga berdoa agar musibah besar seperti akhir tahun lalu tidak kembali terulang dan debit air dapat segera surut.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *