MANDAILING NATAL , Sumut Brantas.id
Upaya pencarian terhadap seorang warga Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, yang diduga hilang di aliran Sungai Batang Bangko terus dilakukan hingga hari kedua, (19/5/2026).
Tim gabungan dari Basarnas, TNI AD, TNI AL, Polair Polres Madina, BPBD serta masyarakat setempat masih berjibaku melakukan pencarian korban yang diketahui berinisial “A”.
Korban dilaporkan hilang pada Minggu petang sekitar pukul 18.00 WIB saat melakukan aktivitas di sekitar Sungai Batang Bangko, Desa Airapa.

Hingga Selasa hari ini, pencarian telah berlangsung selama kurang lebih 54 jam, namun korban masih belum ditemukan.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan antusiasme warga dalam membantu proses pencarian sangat tinggi. Sejak hari pertama, masyarakat dari Desa Airapa maupun desa-desa tetangga turut menyisir aliran sungai, melakukan penyelaman secara manual, hingga menggunakan bantuan orang pintar dengan harapan korban segera ditemukan.
Namun kondisi sungai yang semakin berbahaya akibat hujan pada malam hari tadi sebelumnya membuat debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Situasi tersebut membuat tim gabungan mengambil langkah tegas demi keselamatan warga.

Pada hari kedua pencarian, sejumlah warga diketahui berniat kembali turun ke sungai untuk melakukan penyelaman menggunakan alat seadanya.
Melihat kondisi yang berisiko tinggi, Danpos Basarnas Mandailing Natal bersama personel TNI/Polri, Camat Sinunukan, serta Kepala Desa Airapa memberikan arahan agar masyarakat menghentikan aktivitas penyelaman mandiri.
Danpos Basarnas Mandailing Natal, Rizal Rangkuti, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh warga yang ikut membantu proses pencarian korban.
Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat luar biasa dan menjadi bukti kuatnya solidaritas warga dalam menghadapi musibah.
Namun ia juga mengingatkan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Terima kasih dan applaus kami kepada seluruh masyarakat yang terus membantu pencarian. Namun kondisi sungai saat ini cukup deras dan mengalami kenaikan debit air akibat hujan semalam. Selain itu, terdapat predator di sungai yang bahkan sudah dilihat langsung oleh tim Basarnas, karena itu kami berharap masyarakat tidak lagi turun ke sungai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan, juga mengimbau masyarakat agar bisa mempercayakan proses pencarian kepada tim gabungan yang telah dilengkapi kemampuan dan peralatan khusus.
Ia menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh unsur terkait tidak ingin proses pencarian justru menimbulkan korban baru akibat tingginya risiko di lokasi kejadian.
“Kita berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan mempercayakan pencarian kepada tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri.
Jangan sampai niat membantu malah menimbulkan korban tambahan,” ungkapnya.
Imbauan tersebut mendapat respons positif dari tokoh pemuda Desa Airapa, termasuk Ketua Karang Taruna Airapa Buyung Palala bersama Aswiro, Warman, M.Faisar Hasibuan dan sejumlah pemuda lainnya yang turut membantu mengondisikan masyarakat di lokasi pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan
(MO)







