MANDAILING NATAL,Sumutbrantas.id –
Pemerintah Kecamatan Batahan bersama pihak kepolisian kembali menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di sepanjang aliran Sungai Batang Bangko, khususnya warga Desa Airapa dan Desa Banjar Aur Utara, (21/5/2026).
Himbauan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya korban jiwa yang diduga diterkam buaya di sungai tersebut.
Camat Batahan, Abdi Putra Negara Pulungan SH MH, meminta masyarakat lebih berhati-hati dan tidak lagi melakukan aktivitas mandi, mencuci maupun kegiatan lainnya di sungai demi menghindari jatuhnya korban berikutnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sudah beberapa kejadian serangan buaya terjadi di Sungai Batang Bangko. Tercatat satu orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka-luka, dan terbaru seorang warga Desa Airapa berusia 65 tahun meninggal dunia diduga akibat diterkam buaya saat mandi di sungai tersebut.
Pemerintah sebenarnya telah lama melakukan upaya pencegahan dengan memasang spanduk peringatan di sekitar lokasi sungai sejak sekitar satu tahun lalu. Namun, himbauan tersebut masih sering diabaikan oleh sebagian masyarakat sehingga kembali memakan korban jiwa.
Kepala Desa Airapa, Bambang Ardianto, juga berharap kejadian tragis ini menjadi yang terakhir dan masyarakat dapat lebih mematuhi himbauan pemerintah demi keselamatan bersama.

Senada dengan itu, Aipda Julpan Pulungan dari Polsek Batahan menegaskan bahwa sebagian besar warga saat ini sudah memiliki fasilitas kamar mandi dan MCK di rumah masing-masing. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak lagi mandi maupun mencuci pakaian di Sungai Batang Bangko yang diketahui merupakan lokasi habitat buaya.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan lagi melakukan aktivitas di sungai agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya
(MO).







