TRENGGALEK, sumutbrantas.id – Seorang kepala sekolah dasar berinisial S (50) dilaporkan meninggal dunia di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa pagi.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah diketahui korban datang bersama seorang guru perempuan berinisial MSR (39) yang bertugas di sekolah yang sama.
Menurut informasi yang dihimpun, korban dan MSR diketahui menginap di hotel tersebut sejak malam sebelumnya. Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban disebut mengalami sesak napas saat berada di dalam kamar hotel. MSR yang berada di lokasi sempat berusaha meminta pertolongan setelah korban tidak sadarkan diri. (27/5/2026)
Petugas medis yang datang ke lokasi berupaya memberikan penanganan awal terhadap korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada petugas, MSR mengaku korban tidak mengonsumsi obat kuat sebelum kejadian. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi-saksi lainnya.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena korban dan perempuan yang menemaninya diketahui sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta telah memiliki keluarga masing-masing. Informasi itu cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu berbagai tanggapan.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung disebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan sementara MSR dari tugas mengajar. Kebijakan itu dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka.
(MOU)







