MEDAN – Markas Komando Wilayah I/Harimau Andalas (Makowil I/HA) Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) Sumatera Utara secara resmi memaparkan Program Kerja Peduli Petani dan Masyarakat pada Sabtu (25/1/2026). Agenda ini menjadi tonggak strategis KBNI dalam memperluas kontribusi organisasi, melampaui aspek bela negara menuju pemberdayaan ekonomi prajurit dan masyarakat luas.
Berlangsung di Medan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Panglima Tinggi, Patriot KBNI Sumut, Panglima Cabang Medan, serta jajaran pengurus dan prajurit KBNI se-wilayah Sumatera Utara. Fokus utama pertemuan ini adalah penguatan sektor pangan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil sebagai basis pertahanan ekonomi.

Langkah Nyata di Lapangan
Kepala Staf IV Logistik dan Keuangan Makowil I/HA, Benny Andhika, ST, selaku penanggung jawab program, memaparkan rencana kerja terpadu yang akan diimplementasikan di seluruh wilayah. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan tata kelola usaha yang profesional sekaligus memperkuat struktur organisasi.
“Program ini bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan. Kami ingin prajurit KBNI memiliki kemandirian ekonomi, sembari tangan kami merangkul para petani dan pelaku usaha kecil agar lebih berdaya,” ujar Benny dalam pemaparannya.
Empat Pilar Utama Program Kerja
Dalam draf yang disampaikan, terdapat empat poin krusial yang menjadi target utama:
- Peningkatan Pendapatan: Mendorong prajurit KBNI terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif yang terukur.
- Akses Pasar Terintegrasi: Memfasilitasi pemasaran produk pertanian, perikanan, dan sembako milik anggota serta petani mitra untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
- Profesionalisme Usaha: Mewujudkan ekosistem usaha yang transparan, tertib, dan akuntabel di lingkungan organisasi.
- Ketahanan Organisasi: Memperkuat kas organisasi sebagai fondasi utama pendanaan kegiatan sosial, pembinaan anggota, dan program kemanusiaan.
Bela Negara Melalui Kesejahteraan
Panglima Makowil I/HA memberikan instruksi tegas agar program “Peduli Petani” ini menjadi motor penggerak ekonomi di daerah. Beliau menekankan pentingnya disiplin, transparansi, dan kolaborasi aktif dengan masyarakat sebagai kunci keberhasilan.
“KBNI harus hadir sebagai solusi. Tugas kita tidak terbatas pada menjaga nilai-nilai bela negara, tetapi juga memastikan kesejahteraan prajurit dan masyarakat, terutama kaum tani, mengalami peningkatan yang nyata,” tegas sang Panglima.
Melalui inisiatif ini, KBNI Makowil I/HA Sumut menargetkan terbangunnya jaringan usaha yang kuat dan berkelanjutan. Dengan organisasi yang mandiri secara finansial, KBNI optimis dapat memberikan kontribusi konkret bagi penguatan ekonomi daerah serta kesejahteraan seluruh anggotanya. (AA Pasaribu)











