Wali Kota Medan Minta Dishub Medan Transformasi Sistem Parkir, Tak Ada Lagi Jukir Liar Di Kota Medan.

SUMATERA UTARA, sumutbrantas.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyoroti tiga masalah krusial yang harus dituntaskan oleh bawahannya, yakni pembenahan sistem parkir, percepatan infrastruktur, dan transformasi dunia literasi.

Dia menegaskan itu saat melantik Irsan Idris Nasution sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Khairul Azmi sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, dan Benny Sinomba Siregar sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Dinas Perhubungan, saya minta untuk melakukan transformasi total pada sistem perparkiran. Tidak ada lagi tempat bagi juru parkir (jukir) liar yang meresahkan warga,” kata Rico Waas dihadapan sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV yang dilantik pada Kamis (16/4/2026).

Rico Waas menyebutkan, pelayanan yang lebih baik harus dilaksanakan, termasuk target yang sudah dicanangkan harus berjalan tahun ini.

Masalah lainnya, sektor infrastruktur. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi diminta bergerak cepat menangani perbaikan jalan, kerusakan ringan hingga berat, pembangunan trotoar, dan penanganan banjir masih menjadi momok.

“Sudah lama kita tidak punya pejabat definitif di sana, maka tahun ini kerjanya harus benar-benar cepat dan segera dikebut,” kata Rico Waas dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (17/4/2026). Kemudian, dia mendesak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk keluar dari zona nyaman.

Rico Waas berharap dinas ini menjadi motor penggerak literasi bagi generasi muda di Medan. “Transformasi dari dunia pendidikan formal ke dunia literasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih menarik bagi anak-anak”, ujar Rico Waas.

Pelantikan bukan sekadar pengisian kekosongan jabatan atau kenaikan jenjang karier, melainkan amanah untuk mengabdi kepada masyarakat. Para pejabat diminta sadar bahwa masa depan pembangunan Kota Medan kini berada di tangan mereka. Dia berharap pada dinas-dinas strategis itu untuk melakukan percepatan pembangunan yang terukur dan cepat tanggap sesuai visi-misi kepala daerah.

Rico Waas juga memberikan peringatan bahwa kinerja mereka dipantau secara ketat. “Kami beri tenggat waktu, apabila dalam waktu 6 bulan tidak ada perubahan dari tempat saudara-saudara ini dilantik, kami pastikan kami evaluasi,” kata Rico Waas. Kemudian, dia minta para pejabat bekerja serius, tidak menyalahgunakan wewenang, dan setiap kebijakan harus berorientasi kepentingan masyarakat. “Jangan salah gunakan jabatan dan kewenangan saudara-saudara,” ucap Rico Waas.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengatakan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan terus memantau kedisiplinan dan capaian kinerja seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Willyam Pasaribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *