Batu Bara, sumutbrantas.id – Rabu,29 Juli 2026.
Kabiro Sumut Brantas Kabupaten Batu Bara, Irawan, bersama tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan Program Revitalisasi SMA Negeri 1 Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk verifikasi terhadap informasi yang sebelumnya beredar di sejumlah media massa dan media sosial terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah tersebut.

Program revitalisasi ini merupakan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan papan informasi proyek, revitalisasi SMA Negeri 1 Medang Deras memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.206.711.000 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 25 Juni 2026. Ruang lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu unit toilet, satu laboratorium IPA, dan satu ruang perpustakaan di SMA Negeri 1 Medang Deras yang beralamat di Jalan OK Yunan, Desa Nenas Siam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.
Dalam peninjauan tersebut, Irawan bertemu langsung dengan Kepala SMA Negeri 1 Medang Deras, Ratna Dewi, S.Pd., untuk mengonfirmasi berbagai informasi yang sempat viral, di antaranya dugaan tidak digunakannya alat pelindung diri (APD), penggunaan material bekas, serta isu pembayaran upah pekerja di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Batu Bara.

Menanggapi hal tersebut, Ratna Dewi menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, sebagian pemberitaan dipublikasikan tanpa adanya konfirmasi kepada pihak sekolah.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan sebagian material lama pada pekerjaan rehabilitasi telah disesuaikan dengan perencanaan teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sementara untuk material yang diwajibkan baru sesuai RAB, seluruhnya digunakan sesuai ketentuan, termasuk rangka baja ringan bermerek Tasso serta penutup atap spandek sesuai spesifikasi teknis.
Ratna Dewi menambahkan bahwa pembayaran upah pekerja dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, menurutnya, beberapa material yang digunakan memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan spesifikasi minimal dalam RAB, seperti penggunaan cat bermerek Jotun.
Usai berdialog dengan pihak sekolah, Irawan bersama tim juga menemui Ketua Pelaksana Pembangunan, Ardianto Sitorus. Dalam keterangannya, Ardianto membantah tudingan bahwa para pekerja tidak menggunakan APD. Ia menyebutkan seluruh perlengkapan keselamatan kerja, seperti helm, rompi, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya telah disediakan sebelum pekerjaan dimulai.
Ardianto juga menjelaskan bahwa pembayaran upah pekerja dilakukan sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, seluruh material baja ringan yang digunakan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Selanjutnya, tim Sumut Brantas melakukan pengecekan langsung terhadap gudang penyimpanan material. Dari hasil peninjauan, terlihat sejumlah material, seperti baja ringan bermerek Tasso, spandek, serta cat bermerek Jotun, tersedia sesuai spesifikasi yang tercantum dalam pekerjaan. Tim juga mendokumentasikan papan informasi proyek, progres pekerjaan rehabilitasi yang hampir selesai, serta beberapa ruangan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Ratna Dewi mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh rekan-rekan media. Ia berharap sinergi antara pihak sekolah, insan pers, LSM, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Ia juga mengimbau agar setiap informasi yang akan dipublikasikan terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan klarifikasi dari pihak sekolah serta pelaksana kegiatan, Irawan menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program Revitalisasi SMA Negeri 1 Medang Deras. Ia berharap proses pembangunan dapat terus berjalan sesuai ketentuan hingga selesai dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan di sekolah tersebut.
( Iraone )
