Puluhan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Keluhkan Kondisi Jalan Usaha Tani Hutanamale.

Sumutbrantas.id

banner 468x60

Mandailing Natal – Sumatera Utara , Jum’at 11 September 2026 – sumutbrantas.id

 

banner 336x280

 

Kondisi Jalan Usaha Tani yang menjadi penghubung Desa Hutanamale menuju Anak Desa Hutanamale Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan masyarakat.

 

Jalan yang memiliki panjang kurang lebih 3 kilometer tersebut merupakan salah satu akses vital bagi warga, terutama masyarakat yang bekerja sebagai petani. Sebagian besar warga Hutanamale dan Hutanamale Julu mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian.

 

Akses tersebut juga melintasi kawasan Villa Bupati Madina sebelum menuju Hutanamale Julu yang saat ini dihuni sekitar 30 kepala keluarga (KK).

 

Ironisnya, di tengah pentingnya akses tersebut bagi kehidupan masyarakat, kondisi jalan disebut masih jauh dari harapan. Warga terpaksa melakukan berbagai upaya secara mandiri agar jalan tetap dapat dilalui.

 

Setiap hari Jumat, masyarakat melakukan gotong royong membersihkan badan jalan. Sementara untuk perabatan maupun perbaikan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan, warga dan para petani sekitar juga mengandalkan dana swadaya.

 

Salah seorang warga, Hasbi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, selama puluhan tahun jalan tersebut belum mendapatkan perhatian berupa perbaikan yang memadai dari pemerintah.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat berharap adanya kontribusi dari perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), dalam mendukung perbaikan akses masyarakat.

 

“Jalan ini sudah puluhan tahun tidak pernah mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah. Dari perusahaan PT SMGP yang ada di daerah kami juga belum ada bantuan untuk jalan ini. Selama ini kami perbaiki dengan swadaya masyarakat, terutama para petani,” ujar Hasbi, Jumat (11/9/2026).

 

Hambat Aktivitas Petani dan Anak Sekolah menurut Hasbi, kerusakan jalan bukan hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyulitkan mobilitas warga sehari-hari.

 

Para petani, kata dia, mengalami kendala ketika membawa hasil pertanian dari lahan menuju lokasi penjualan. Kondisi jalan yang tidak memadai juga dirasakan anak-anak dari Hutanamale Julu yang menggunakan jalur tersebut untuk pergi ke sekolah.

 

“Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Anak-anak yang bersekolah juga kesulitan melewati jalan ini. Begitu juga kami sebagai petani ketika membawa hasil pertanian, sangat sulit,” ungkapnya.

 

Hasbi menjelaskan, mayoritas masyarakat di kedua wilayah tersebut menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Karena itu, akses transportasi yang baik dinilai menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung aktivitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

 

Sudah Berulang Kali Diusulkan

Persoalan jalan tersebut, menurut Hasbi, bukan baru kali ini disampaikan kepada pemerintah daerah.

 

Ia menyebut, masyarakat telah beberapa kali mengusulkan agar akses tersebut mendapat perhatian dan perbaikan. Bahkan usulan tersebut telah disampaikan pada masa kepemimpinan Bupati Madina sebelumnya.

 

“Pada masa kepemimpinan Dahlan Hasan Nasution, kemudian pada masa kepemimpinan Sukhairi, jalan ini sudah dua kali kami usulkan untuk diperbaiki. Bahkan pernah dilakukan survei, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.

 

Warga berharap usulan yang selama ini disampaikan tidak kembali berhenti pada tahap survei maupun pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.

 

Kerusakan jalan dinilai berpotensi terus membebani masyarakat, khususnya petani yang harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih besar untuk membawa hasil pertanian keluar dari wilayah tersebut.

 

Harapan kepada Pemkab dan Perusahaan

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Usaha Tani Hutanamale–Hutanamale Julu.

 

Warga juga berharap Bupati Madina dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut sehingga persoalan yang selama ini mereka hadapi dapat diketahui secara nyata dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan infrastruktur.

 

Di sisi lain, masyarakat berharap perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di sekitar wilayah tersebut juga dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan fasilitas publik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sepanjang sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.

 

“Kami berharap jalan ini bisa diperhatikan dan diperbaiki. Kalau memang perusahaan bisa membantu, tentu kami sangat berterima kasih. Mungkin dengan dukungan atau kebijakan dari Bupati Madina persoalan jalan ini bisa segera ditangani. Yang kami inginkan hanya jalan yang layak karena ini akses penting bagi masyarakat dan petani,” pungkas Hasbi.

 

Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal maupun PT SMGP terkait keluhan dan harapan masyarakat hingga berita ini di terbitkan belum ada jawaban dari pihak terkait, berita dikutip dari seorang Jurnalis yang dikenal DPR JALANAN SYAHREN HASIBUAN

(MO).

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *