Mandailing Natal – Sumatera Utara, Senin,14 September 2026 – sumutbrantas.id
Kondisi Jembatan Airapa yang menjadi salah satu akses penting masyarakat penghubung Kecamatan Sinunukan dan Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada 12 September 2026, kondisi lantai jembatan sebagian besar masih mengandalkan susunan papan kayu. Sejumlah papan tampak lapuk, tidak rata, bahkan terdapat bagian yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.
Meski kondisi fisik jembatan cukup memprihatinkan, kendaraan roda dua maupun roda empat masih harus menggunakan akses tersebut karena Jembatan Airapa merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat antara Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, dan wilayah Kecamatan Batahan.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Peninjauan oleh Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara disebut telah dilakukan secara berulang kali. Berdasarkan informasi yang diterima, kondisi konstruksi jembatan dinilai membutuhkan penanganan serius dan tidak cukup hanya dilakukan perbaikan. Pembangunan jembatan baru dinilai menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Namun, meski peninjauan telah dilakukan berulang kali, masyarakat masih harus menggunakan jembatan dengan kondisi lantai papan kayu yang memprihatinkan.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, sampai kapan warga harus melintasi jembatan yang kondisinya berpotensi membahayakan keselamatan?
Di sisi lain, keberadaan perusahaan perkebunan yang beraktivitas di kawasan tersebut juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, mengingat akses jalan dan jembatan memiliki keterkaitan dengan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah Sinunukan dan Batahan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas PUPR, instansi teknis terkait, serta pihak-pihak yang berkepentingan dapat segera duduk bersama untuk mencari solusi konkret terhadap kondisi Jembatan Airapa.
Keselamatan warga semestinya tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban.
Jembatan yang menjadi akses penting masyarakat membutuhkan perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar peninjauan berulang.
(MO)





