Diduga Tembok Miring, Material Dipertanyakan, Revitalisasi PAUD Ananda Pesawaran Senilai Rp857 Juta Jadi Sorotan.

Investigasi29 Views
banner 468x60

Pesawaran -Lampung, Rabu,4 November 2026 – sumutbrantas.id

 

banner 336x280

 

Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di PAUD Ananda, Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi sorotan awak media. Pasalnya, dalam pekerjaan yang menggunakan anggaran negara mencapai Rp857.738.948,53 tersebut, ditemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, mulai dari pasangan tembok yang diduga miring, kualitas material, perubahan komposisi adukan, hingga dugaan minimnya pengawasan langsung di lokasi pekerjaan.

 

 

Temuan tersebut terungkap saat awak media melakukan kontrol sosial di lokasi pembangunan pada Rabu, 4 November 2026. Dalam pantauan di lapangan, awak media melihat kondisi pasangan bata yang diduga tidak tegak atau mengalami kemiringan.

 

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas konstruksi bangunan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak usia dini.

 

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi tembok tersebut, salah seorang pekerja bernama Endar membenarkan adanya kemiringan pada pasangan bata.

 

“Iya, Bang. Maaf kalau ada salah, saya minta maaf. Namanya manusia pasti ada salahnya,” ujar Endar kepada awak media.

 

Awak media kemudian menanyakan siapa pekerja yang bertanggung jawab memasang pasangan bata tersebut. Endar menyebut bahwa pekerjaan pemasangan bata sebelumnya dilakukan oleh Hasan, sedangkan dirinya hanya melanjutkan pekerjaan bagian atas.

 

 

Endar juga menjelaskan bahwa kondisi tembok tersebut nantinya akan diratakan setelah dilakukan pekerjaan plesteran.

 

“Nanti kalau sudah diplester rata, Bang. Namanya juga bata, ada yang besar dan ada yang kecil,” jelasnya.

 

Namun, penjelasan tersebut belum dapat memastikan apakah kondisi pasangan tembok yang terlihat miring masih berada dalam batas toleransi teknis atau justru menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan konstruksi.

 

Awak media menilai, kondisi tersebut perlu diperiksa secara teknis oleh pihak yang berkompeten agar tidak hanya mengandalkan penjelasan bahwa kemiringan akan tertutup setelah pekerjaan plesteran dilakukan.

 

Adukan Semen dan Pasir Berubah, Pekerja Sebut Kualitas Pasir Seperti Lempung

 

Selain kondisi pasangan bata, awak media juga menyoroti komposisi adukan semen dan pasir yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

 

Saat dikonfirmasi mengenai takaran adukan, seorang pekerja bernama Rahmat, yang akrab disapa Gondes, memberikan keterangan bahwa komposisi adukan mengalami perubahan.

 

“Kalau kemarin satu semen empat pasir, Bang. Kalau sekarang satu semen tiga pasir, karena pasir yang sekarang jelek, pasirnya kayak lempung,” ungkap Rahmat.

 

Keterangan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kualitas material dan komposisi campuran merupakan bagian penting dalam pekerjaan konstruksi yang harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis, kebutuhan pekerjaan, serta ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Pernyataan pekerja mengenai kondisi pasir yang disebut menyerupai lempung juga perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan material. Hal ini penting untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan memenuhi persyaratan teknis dan tidak berpotensi memengaruhi mutu bangunan.

 

Meski demikian, perubahan takaran adukan yang disampaikan pekerja tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Diperlukan pemeriksaan teknis terhadap material, komposisi campuran, serta dokumen perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan.

 

Andes Disebut Hanya Sekali Hadir, Konsultan Pengawas Dipertanyakan

 

Tidak hanya menyoroti kondisi fisik bangunan, awak media juga menggali informasi terkait pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan revitalisasi PAUD Ananda.

 

Berdasarkan hasil investigasi awak media dan keterangan sumber di lapangan, Andes disebut sebagai pihak kontraktor yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

 

Dari informasi yang dihimpun, Andes diketahui hanya satu kali hadir di lokasi pekerjaan, yakni pada saat awal pekerjaan pembangunan dimulai.

 

Setelah itu, berdasarkan keterangan sumber di lapangan, Andes diduga belum kembali hadir untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap perkembangan maupun kondisi bangunan yang sedang dikerjakan.

 

Hal serupa juga menjadi sorotan terhadap keberadaan konsultan pengawas. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari sumber di lokasi, konsultan pengawas disebut belum pernah terlihat hadir untuk melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan pembangunan tersebut.

 

Informasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan teknis dilakukan selama proses pembangunan berlangsung. Terlebih, awak media menemukan pasangan tembok yang diduga miring serta memperoleh keterangan pekerja mengenai perubahan komposisi adukan semen dan pasir.

 

Pengawasan dalam pekerjaan konstruksi merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, dokumen perencanaan, serta ketentuan yang berlaku.

 

Dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp857 juta, kehadiran pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan sangat penting untuk memastikan mutu serta kelayakan bangunan.

 

Awak media meminta Andes selaku pihak yang disebut sebagai kontraktor, konsultan pengawas, serta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) memberikan klarifikasi secara terbuka.

 

Apakah selama pekerjaan berlangsung telah dilakukan pemeriksaan teknis secara berkala? Siapa yang bertanggung jawab memastikan kualitas pasangan bata, material, dan komposisi adukan sesuai spesifikasi?

 

Pertanyaan tersebut perlu dijawab secara transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap pelaksanaan program revitalisasi pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

 

Anggaran Besar, Kualitas Bangunan Jangan Sampai Diabaikan

 

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan rincian sebagai berikut:

 

– Nama kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026

– Jenis pekerjaan: Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

– Lokasi: PAUD Ananda, Jalan Sentana RT 01 RW 01, Dusun 1, Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran

– Jumlah dana bantuan: Rp857.738.948,53

– Sumber dana: APBN Tahun Anggaran 2026

– Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)

– Waktu pelaksanaan: 84 hari kalender

 

Dengan nilai bantuan yang mencapai lebih dari Rp857 juta, kualitas pekerjaan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Terlebih, bangunan tersebut nantinya akan digunakan oleh anak-anak usia dini yang membutuhkan lingkungan belajar aman, nyaman, dan layak.

 

Awak media menilai bahwa setiap pekerjaan yang bersumber dari uang negara harus dilaksanakan secara transparan, mengacu pada spesifikasi teknis, serta mengutamakan mutu dan keselamatan pengguna bangunan.

 

Jangan sampai pekerjaan yang seharusnya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan justru menimbulkan persoalan di kemudian hari akibat dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan konstruksi.

 

Dinas Terkait Diminta Jangan Tutup Mata, Pemeriksaan Teknis Harus Dilakukan

 

Atas temuan tersebut, awak media meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran maupun instansi terkait untuk tidak menutup mata dan segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan revitalisasi PAUD Ananda.

 

Pemeriksaan diharapkan mencakup:

 

1. Kondisi pasangan tembok yang diduga miring.

2. Kualitas material bata, semen, dan pasir yang digunakan.

3. Komposisi adukan semen dan pasir yang diterapkan di lapangan.

4. Kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan.

5. Pelaksanaan pengawasan oleh pihak yang bertanggung jawab.

6. Kelayakan serta keamanan bangunan sebelum digunakan oleh peserta didik.

 

Selain itu, pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan program revitalisasi juga diminta memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan.

 

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana diharapkan segera melakukan perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan ketentuan yang berlaku.

 

Awak media juga mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut agar masyarakat dapat mengetahui bahwa anggaran negara benar-benar digunakan untuk menghasilkan bangunan pendidikan yang berkualitas.

 

“Jangan sampai masyarakat berprasangka negatif terhadap pelaksanaan pekerjaan ini. Kami berharap dinas terkait dan pihak pengawas turun langsung, memeriksa kondisi bangunan, serta memberikan penjelasan secara terbuka. Jangan sampai muncul anggapan bahwa pengawasan hanya formalitas atau ada kepentingan tertentu di balik pekerjaan ini,” demikian harapan awak media.

 

Awak media menegaskan bahwa pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar penggunaan uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Terlebih, bangunan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia dini. Oleh karena itu, aspek kualitas, keamanan, dan kelayakan bangunan harus menjadi prioritas utama.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Andes selaku pihak yang disebut sebagai kontraktor, konsultan pengawas, maupun P2SP PAUD Ananda mengenai temuan tersebut.

 

Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

 

Catatan Redaksi: Seluruh temuan dan keterangan dalam pemberitaan ini merupakan hasil pantauan awal serta wawancara di lapangan. Informasi mengenai kehadiran Andes dan konsultan pengawas masih berdasarkan keterangan sumber di lapangan dan memerlukan konfirmasi. Penilaian mengenai kelayakan konstruksi, kesesuaian spesifikasi, dan potensi pelanggaran teknis harus didasarkan pada pemeriksaan oleh pihak yang berkompeten.

 

(KAPERWIL)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *