Sumut Brantas ID.
Indonesia adalah negara yang kaya raya, namun berdasarkan data yang di keluarkan oleh world Bank ( Bank dunia ) ada sekitar 60 persen rakyat indonesia di katagorikan miskin. tentu saja hal ini tidak sebanding dengan kekayaan alam indonesia yang begitu melimpah ruah, yang moyoritas kekayaan alam indonesia ini di nikmati oleh para cukong, konglomerat dan pejabat korup.

Kemiskinan itu tentu saja sealn akut dan semakin parah, di karenakan pejabatnya lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya
dari tingkat atas sampai tingkat bawah. hal ini juga terjadi di lingkungan 12 kelurahan binjai kecamatan medan denai. di mana masih banyaknya warga lungkungan 12 yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.dan di perparah dengan adanya bantuan sosial yang di duga kuat di manipulasi oleh kepala lingkungan 12 dengan cara di perlual belikan kepada warga yang kurang mampu.

maka dari itu masyarakat lingkungan 12 dan SAMPE ( solidaritas aliansi masyarakat peduli) secara beramai-ramai menuju kantor walikota untuk menyampaikan dan aspirasi mereka mengenai kejanggalan-kejangalan yang di lakukan oleh kepling 12 yang bernama Ihsan.
tepat jam 10.15 wib masyarakat yang akan mengadakan aksi demo tiba di kantor walikota .
ada pun kedatangan masyarakat tersebut awalnya tidak ditanggapi
tapi dengan ada nya orasi-orasi yang di sampaikan oleh beberapa aktivis dan tekanan dari masyarakat yang demo, akhirnya para pejabat dari Dinas yang terkait keluar untuk menjumpai pendemo.
Kadis Sosial Chairudin Rangkuti, Camat medan denai Tomi Sidabalok, lurah Binjai Riska lubis.
ada pun aspirasi dan tututan yang di sampaikan para pendemo ada 5 poin
1.Evaluasi seluruh kepling, lurah, dan camat terkait kinerja yang kurang aspiratif dan kurangnya komunikasi kepada warga, terutama
kepala lungkungan 12 , lurah kelurahan binjai, camat medan denai.
2.copot kepala lingkungan yang terbukti dan di duga kuat melakukan pemotongan bantuan sosial wargadan tidak transparan dalam penyalurannya, terutama kepala lingkyngan 12 .
3.Meminta walikota medan agar membuka secara transparan penerima bantuan sosial dan tempelkan di depan kantor-kantor lurah di kota medan.
4.Meminta walikota medan untuk melakukan pengecekan/Menempelkan stiker di depan rumah penerima bantuan sosial PKH dsbnya.
5.Usut tuntas adanya kejanggalandalam penerima bantuan sosial
di lingkungan 12 ( awalnya tidak dapat bantuan, setelah ada gebrakan baru di kasih bantuan).
setelah para pendemo menyampaikan tututan
kadis sosial chairudin Rangkuti berjanji akan menindak tegas aparat yang bersangkutan. begitu juga dengan camat Tomi Sidabalok sementara lurahnya Riska Lubis hanya diam membisu.
dari sini kita bisa belajar
bobroknya demokrasi kita,dan korupsi tidak akan pernah musnah.
( IDA)













